Setetes Embun Cinta Niyala
Sekarang 369 Shop menyediakan dan menjual Clay dengan beragam bentuk yang unik, lucu dan menarik . . .
Buat anda yang tertarik untuk pembelian dan pemesanan, sementara ini kami hanya dapat melayani pembelian di daerah Banjarmasin dan sekitarnya.
( Mohon maaf bagi yang berada di luar daerah yang telah menghubungi kami, harap maklum )
Clay produksi kami dapat dijadikan kado unik, pajangan, bahkan ucapan selamat hari raya . . .
Berikut beberapa bentuk clay yang sudah pernah dijual dan dipesan oleh
konsumen kami.













Terkadang... dengan rela utk melepaskan sesuatu yg kita miliki, mengakui segala keterbatasan yg kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita utk sesuatu yg lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yg jauh lebih besar...... dan lebih hmmm.....
For My Love
CINTA TANPA SYARAT
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutkan bercerita.” Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”
Intisari,
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.
Banyak yang merasa hidup ini indah, tapi lupa bersyukur, banyak yang merasa sombong, tapi sebenarnya mereka takabur, banyak hal seperti itu terjadi, setiap hari berulang dan terus terulang, aku pun seperti itu.


Perempuan yang pernah berkuliah di STMIK RAHARJA atau lebih sering disapa akrab dengan Green kampus ini menjatuhkan pilihan untuk membuat blog beberapa tahun yang lalu memanfaatkan fasilitas dari blogspot, mungkin dari awalnya dirinya tiada pernah menyangka bahwa suatu saat yang akan datang akan memiliki blog dengan ribuan pengunjung, berikut ini adalah screen shoot halaman profil Rani di Blogspot.

Di blogspot rani memiliki dua buah blog antara lain yaitu, Rani Juliani Site Raharja dan RANI ZonE's namun dengan keadaan yang jarang di up-date hal ini bisa dilihat dari minimnya posting serta pemeliharaan dan desain template yang masih standar saja. Memang Rani tidak pernah memimpikan mempunyai blog yang dipenuhi dengan ribuan pengunjung, meskipun pada salah satu blognya Rani berharap kepada setiap pengunjung yang datang untuk meninggalkan komentar
tampaknya blog ini lah yang menjadi pilihan Rani untuk mencurahkan isi hatinya, terlihat konsep blog yang dimilikinya lebih kepada sebuah catatan-catatan pribadi. meskipun begitu blog diatas lebih beruntung daripada blog Rani lainnya yang jelas sekali masih perawan tanpa ada satu postingan disitu, seperti yang terlihat di bawah ini
Namun semuanya bukanlah sebuah tolak ukur untuk menilai kepopuleran sebuah blog, karena blog tersebut dapat menjadi populer karena kepopuleran pemiliknya, beberapa tahun lalu saat membuat blog tersebut mungkin Rani tidak pernah memimpikan ribuan pengunjung datang mengunjunginya, tapi sekarang semenjak menjadi selebriti dadakan terkait kasus pembunuhan yang juga menyeret Ketua KPK Non Aktif ke dalam dinginnya tembok penjara, blog Rani seketika menjadi populer, beragam komentar datang di blog tersebut dari yang sekedar iseng berkunjung, ingi mengenal lebih jau siapa Rani, mendukung Rani, mencemooh, serta memasang ilan dadakan. Ternyata teori tentang kepopuleran sebuah blog karena konten maupun manfaat sebuah blog yang selama ini kita serap telah dipatahkan oleh realita blog Rani, dalam waktu singkat blog Rani telah menyedot ribuan pengunjung seperti terlihat pada gambar di bawah ini
Rani - Rani sekarang kamu bukan hanya jadi rebutan di dunia nyata tapi blogmu pun menjadi rebutan untuk dikunjungi, selamat . !!!
Dan ketika senja itu ditepis malam.. bisikan angin menyapa
dalam hampa diantara sepinya jagad raya, berselimut gelap
mencekam, menambah nelangsa, membumbui derita
aku tersadar dari realita tak berujung
disebelahku pertentangan paradigma dan ideologi
dibelakangku saling melempar, dan menyeru "Kambing Hitam"
Kucoba melompati mimpi-mimpi idealisme... aku tak mau lari, mungkin hanya melompat
Tapi apa ini ? ? ? apa ini ditanganku ? ? ?
aku "Pengangguran Menulis Mimpi"
dengan menggenggam sepenggal galah bambu, . . . kutopang diri bepijak dengan kedua kaki diatas bumi...
aku tak mau menjadi palsu, dan "Maaf", aku bukan boneka "Bapak"
dan ketika semua kembali lagi, seperti harmoni siklus yang samar, Pagi datang lagi . . .
( Sepenggal Galah Bambu )




( Blogspot )
Fiuh... Malam ini rasanya terlalu berat.., kucoba meredakan sedikit beban pikiran dari masalah hidup..Kuliah dan lainnya.. Apalagi setelah tadi komunikasi via telepon dengannya terasa kurang pas.., mungkin pengaruh cuaca yang agak panas dan kesibukan yang menyita waktunya, seperti yang disampaikannya tadi.
24.10 WITA. Kuambil es cream dan secangkir sirup leci, untuk kudapan kupilih selembar roti tawar dengan balutan selai coklat. Habis sudah semuanya disantap namun pikiran ini masih terasa kacau, bayangannya masih menari di alam pikirku, hampir setiap detik terngiang suara manjanya di telinga.. Ya, hal inilah yang kutakutkan, tanpa ada awal.. Tak disadari datang dan akhirnya terlanjur terjebak rasa, aku takut, takut untuk harus jatuh dalam sungai cinta, rasanya perahuku tak pantas untuk berlabuh di pelabuhan hatinya. Aku tahu aku tak pantas dan aku tak ingin ini membebaniku karena rasanya tak mungkin untuk aku memilikinya.. Ya, siapalah diriku, seorang fakir yang cacat bahkan mungkin hina.. Ya, itulah aku si Pengangguran Menulis Mimpi.. Tak pantas untuknya.. Meski terlanjur aku jatuh cinta.. Ah bayanganmu masih menghantuiku.. Kau unik dan.. Ah sudahlah.. Semoga kau sedang bermimpi indah sekarang
24.37 WITA
April 2009, Ketika dia menyibak tirai kelam sejarah hidupnya, dia mendapat jawaban, kealfaan dirinya terhadap Sang Pencipta selama ini telah menjadi bumerang baginya, dia sadar, tak ada sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa sebuah sebab.
Pagi itu, diantara batang pohon mangga yang gersang dia menyandarkan pundaknya, dia teringat, berapa tahun silam pohon mangga ini adalah pohon yang subur dan senantiasa memberikan buah terbaiknya, namun kini, yang diberikannya hanyalah daun kering yang senantiasa berjatuhan di atas tanah.
Tersadar akan sebuah realita, dia mencoba bangkit mencari makna hidupnya, mencoba membenahi kusutnya, namun kini ada satu hal yang begitu indah hadir menemaninya.
Dia tahu, bukan saatnya untuk serakah dan terlalu dini untuk memiliki, karena dia tahu, Tuhan akan memberikan kesempatan, dan akan dijawab oleh waktu
To be continue . . .
Klo...ini adalah penampakan dari bawah kursi.. Tamu tak diundang
Berlari diantara lolongan malam mencekam, terpaut sedih antara takdir
Hujan namun tak mendung, meski datang namun tak pernah diserukan.
Melihat mimpi bergelayut di pundak takdir, melihat malaikat ditengah senja..
Berlari dan dijalani tiada beda, toh akhirnya pecah juga riak airnya
mengayuh dalam angin, menerpa hidup di jembatan mimpi...
Aku pengangguran menulis mimpi tercabik asa, tercabik takdir...
Melayang bersama waktu, hanyut dalam arus nelangsa, namun itu indah...
Apasih sebenarnya alasan anda ganti thema??? kalo boleh tau??? Jawab Ya....
Malam itu sepasang kaki melangkah gontai disinari sang dewi malam. Dia pulang namun sekali ini bukan dengan mimpi yang dulu dan bukan untuk Bunga.
Dia tahu cinta Bunga bukan untuknya lagi, bahkan tiada lagi dia peduli apakah Bunga masih dapat mekar lagi, baginya Bunga telah layu.
Berat memang ujian untuk sang Mimpi, dia bukanlah Mimpi yang dulu, dimana kemudahan dan kejayaan berteman dengannya.
Bunga tak memiliki jiwa dari Cinta namun hanya memiliki aromanya saja. Hingga ketika angin bertiup maka hilanglah wangi itu.
Mimpi kini laksana seorang pesakitan, setelah tersesat dalam lorong pengangguran, terjebak dalam perangkap kebangkrutan dan memperoleh hadiah cacat fisik mungkin inilah yang membuat Bunga pergi.
Mimpi tetap tersenyum dan selalu berusaha membuat semua teman tersenyum. Mimpi tahu dia masih memiliki para adik yang bijak dan teman yang santun. Dan Mimpi tahu mungkin saat dirinya terpuruk entah siapa yang mau meniupkan lagi seruling angin kasih, itu tak bisa terjawab dan sebuah rahasia.
( Kembali 3 )
Beberapa menit sebelum pukul 12.00 WITA malam ini aku terbangun, sedikit nyeri pada kedua lengan yang masih saja hinggap semenjak 2 hari lalu adalah penyebabnya. Seketika pula aku beranjak untuk mengambil 2 butir pil untuk sekedar mengurangi rasa nyeri ini. Setelah kembali berbaring aku teringat beberapa memori sebelum aku terlelap sekitar pukul 10.00 WITA tadi.
Tersadarlah aku bahwa ada dua hal yang mengganjal dan belum terselesaikan, sholat Isya yang belum dikerjakan dan aktivitas ber-sms dengan seorang teman yang terputus tanpa kejelasan sebab, tentunya hal tersebut masih menggangguku.
Untuk sholat Isya bisa diatasi dengan mengerjakannya sehingga terpenuhilah kewajiban tersebut, namun untuk hal yang kedua tidak bisa selesai atau kulupakan begitu saja.
Berawal dari kesalahanku dalam mengirimkan pesan singkat kepada teman yang lain dengan maksud untuk menanyakan perihal keberadaannya saat itu, namun karena kecerobohanku pesan tersebut terkirim kepada teman yang lain disebabkan nama mereka diawali dengan abjad yang sama, lalu mulai terlibatlah kami dengan beberapa dialog ringan via sms dari mulai sekedar menanyakan aktivitas yang sedang dilakukan saat itu serta beberapa canda hingga terucap satu kata dari bahasa "prokem" darinya setelah menanggapi sebuah pesan dariku. Mengetahui kata tersebut telah disematkan oleh beberapa teman lain sebagai titel untuknya, akupun mencoba menanyakan sebab awal kenapa sampai dirinya mendapat titel tersebut karena aku tidak sependapat dengan yang lain bahkan aku juga menilai dirinya cukup baik meskipun titel tambahan tersebut bukanlah sebuah hal yang negatif.
Celaka bagiku, pesan balasan tak kunjung tiba di handphone ku, aku merasa was-was menebak apakah dia sedang marah atau tersinggung karena sms ku tentang pertanyaan tadi. Kutunggu sekitar 15 menit dan tak kurang dari 4 pesan kucoba kirimkan lagi kepadanya dari pertanyaan apakah dia marah secara formal maupun dengan canda menggunakan bahasa "jawa" gado-gado sampai ke pesan yang dipenuhi dengan permohonan maaf yang berulang-ulang akhirnya kucoba menelepon tapi tak dijawab.
15 menit berlalu kucoba berbaring dikamar untuk sekedar menenangkan pikiran, kucoba menganalisa 3 kemungkinan 1. Dia marah 2. Dia kehabisan pulsa 3. Dia tertidur , tanpa kusadari akhirnya ku tertidur.
Sekarang disaat aku terjaga ini kucoba untuk mengunjungi weblog pribadi miliknya untuk sekedar mencoba menebus kesalahanku dan akhirnya kutuliskan juga kegundahaan ini, karena satu hal yang sangat penting bagiku, aku tak ingin dirinya marah. Mungkin orang lain menganggap hal ini sepele dan tak perlu dilebih-lebihkan tapi bagiku hal ini penting sama pentingnya dengan keberadaan temanku tersebut terlebih lagi pada siang hari sebelumnya seorang teman lain bercerita tentang penyesalannya karena mengatakan sesuatu hal yang membuat salah seorang teman perempuan menangis. Semoga tidak ada kemarahan dan kebencian terbersit di hatinya. 4.37 WITA 23-03-2009 ( Maafkan Aku Manis )