gravatar

Cara Menghasilkan Uang Melalui Facebook ( HOT NEWS )

Oleh : Felix Benny Aditya

Revolusioner! Itulah yang saya ungkapkan ketika menemukan sebuah aplikasi advertising online via facebook ini. Bagaimana tidak? Selain bisa digunakan untuk beriklan, aplikasi ini bahkan bisa digunakan untuk Menghasilkan Uang Melalui Facebook Tanpa Modal. Aplikasi ini bernama "bagi bagi", yang diciptakan oleh seorang pemuda kreatif bernama Gunawan T Wicaksono. "Bagi bagi" merupakan jaringan media periklanan yang mempertemukan antar pemasang iklan (advertiser) dan pembacanya. Simpelnya adalah, anda akan di bayar untuk membaca iklan atau menjawab iklan yang di tayangkan. Bila anda memasang iklan di sini, maka iklan anda akan di baca dengan antusias oleh pengguna aplikasi ini yang sampai saat ini berjumlah 299 orang(data tanggal 26 Juli Pukul 17:07 ).

Aplikasi ini dibuat untuk ditujukan pada para pemasang iklan online (Advertiser) dan para pengguna facebook (FBers) yang menginginkan penghasilan tambahan melalui aplikasi ini.
Bagaimana cara mendapatkan penghaslan tambahan dari sini? Di aplikasi ini, iklan yang ada mengandung pertanyaan / quiz. Pembaca di haruskan menjawab pertanyaan terlebih dahulu, bila benar pembaca akan mendapatkan komisi. Dari situlah anda akan mendapatkan uang. Jika jawaban salah, tentu anda tidak akan mendapatkan komisi. Anda juga bisa turut serta mengajak teman-teman anda, dan setiap teman yang anda ajak melakukan klik iklan, maka anda juga akan mendapatkan penghasilan dari situ. Untuk menggunakan dan menghasilkan uang dari aplikasi ini, anda tidak perlu mengelurakan biaya sama sekali untk bergabung. (Gratis) Anda pasti bertanya, darimana uang untuk membayar komisi. Seperti yang saya jelaskan tadi, ini merupakan jaringan media periklanan, jadi tentu saja orang2 yang memasang iklan disinilah yang membayar anda. Andapun bisa menjadi advertiser untuk mempromosikan bisnis anda. Bagaimana? Ingin mulai mencoba? Tidak ada salahnya kan mencoba menhasilkan uang melalui facebook, lagi pula ini gratis..

Silahkan anda klik disini. (Harus login facebook dulu untuk menjalankan program ini)

( Thanks To Bro... )
Felix Benny Aditya

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Cara Menghasilkan Uang Melalui Facebook ( HOT NEWS )

gravatar

Mari Bernyanyi . . .

Suara Lembut "Abang" Sami Yusuf yang ganteng ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, terlebih saat bulan Ramadhan ini seringkali lagu-lagunya diputar di beberapa stasiun tv swasta Indonesia, beberapa provider selular juga menjadikan lagunya sebagai RBT ( Ring Back Tone ), disini saya sebagai salah seorang fans si "Abang" Samy Yusuf ingin sedikit berbagi salah satu lirik lagunya yang bertitelkan Hasbi Rabbi, karena saya pernah menemui beberapa kesulitan saat saya mencoba untuk menghapal atau sekedar mendendangkan lagu tersebut, tentunya secara garis besar kesulitan tersebut dikarenakan dalam lagu ini terdapat 4 bahasa yang digunakan dalam liriknya, antara lain bahasa Inggris, India, Turki dan Arab, berikut dibawah ini lirik dari lagu tersebut.


Sebelumnya bagi yang belum punya lagunya bisa download di sini


Hasbi Rabbi
Album : My Ummah
By : Sami yusuf

O Allah the Almighty
Protect me and guide me
To your love and mercy
Ya Allah don’t deprive me
From beholding your beauty
O my Lord accept this plea


CHORUS:

Hasbi rabbi jallallah
Ma fi qalbi ghayrullah



CHORUS
Hindi:

Wo tanha kaun hai
Badshah wo kaun hai
Meherba wo kaun hai


Kya unchi shan hai
Uskey sab nishan hai
Sab dilon ki jan hai


CHORUS
Turkish:

Affeder gunahi
Alemin padisahi
Yureklerin penahi

Isit Allah derdimi, bu ahlarimi
Rahmeyle, bagisla gunahlarimi
Hayreyle hem aksam hem sabahlarimi


CHORUS
Arabic:

Ya rabbal ‘alamin
Salli ‘ala Tahal amin
Fi kulli waqtin wa hin


Imla’ qalbi bil yaqin
Thabbitni ‘ala hadhad din
Waghfir li wal muslimin

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Mari Bernyanyi . . .

gravatar

Produk Baru 369

Sekarang 369 Shop menyediakan dan menjual Clay dengan beragam bentuk yang unik, lucu dan menarik . . .

Buat anda yang tertarik untuk pembelian dan pemesanan, sementara ini kami hanya dapat melayani pembelian di daerah Banjarmasin dan sekitarnya.
( Mohon maaf bagi yang berada di luar daerah yang telah menghubungi kami, harap maklum )

Clay produksi kami dapat dijadikan kado unik, pajangan, bahkan ucapan selamat hari raya . . .

Berikut beberapa bentuk clay yang sudah pernah dijual dan dipesan oleh
konsumen kami.


























[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Produk Baru 369

gravatar

Kembali . . .


Terkadang... dengan rela utk melepaskan sesuatu yg kita miliki, mengakui segala keterbatasan yg kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita utk sesuatu yg lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yg jauh lebih besar...... dan lebih hmmm.....


For My Love


CINTA TANPA SYARAT

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutkan bercerita.” Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”

Intisari,

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.


From : Narasumber C142FR76JS

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kembali . . .

gravatar

12 Batang Lidi Rahmadi




Langkah gontai itu kembali menyusuri jalan setapak pinggiran sungai, sebuah rutinitas untuk sepasang kaki ringkih yang sudah menapaki kulit bumi bertahun-tahun ini, tubuh renta yang telah lapuk dimakan usia itu tampak bungkuk, namun dari raut wajahnya terpancar semangat yang tinggi untuk segera bisa sampai pada tempat yang ditujunya, sayup-sayup terdengar suara adzan, langkah itu kini semakin cepat seperti peluru para pejuang yang siap menerjang para penjajah, satu harapan dalam hatinya, yaitu untuk menunaikan sholat berjamaah di mesjid itu bersama para sahabat sebayanya, sekilas mereka tampak seperti kumpulan orang yang berlomba menuju maut.


"Alhamdullah", batin Rahmadi, tatkala kakinya menginjak halaman masjid komplek itu, dengan serta merta dirinya menjadi sumringah, entah kebahagiaan apa yang dirasakannya, hanya dirinya yang mampu menjelaskan. setelah selesai menunaikan kewajibannya Rahmadi sempat berbincang sejenak dengan beberapa jama'ah lain, seperti biasa topik pembicaraan mereka tentang rumah ibadah itu, keprihatinan mengenai masjid "yang semakin besar" tentunya karena kehilangan jama'ah dan masjid yang kini seakan seperti panti jompo karena tak terlihat lagi anak muda disana, sama seperti yang terlihat di sekitar tempat tinggal kita.

Sepulangnya di rumah, Rahmadi membuat seisi rumah heran, dia membawa 12 batang lidi di genggaman tangannya, lidi tersebut memang diambil dari sapu yang biasa dipakai untuk membersihkan pekarangan rumahnya, "Untuk apa lidi-lidi itu pak?" istrinya bertanya heran, dengan entengnya Rahmadi menjawab dengan sebuah jawaban misterius "Setiap lidi ini memiliki makna pentingnya kehidupan di dunia", mendengar jawaban tersebut keluarga sederhana Rahmadi hanya bisa terdiam diselimuti kebingungan yang mendalam di sanubari mereka.
Setiap harinya saat berangkat menunaikan ibadah sholat ashar Rahmadi membawa sebatang lidi tersebut, sepulang dari masjid ada kebiasaan baru Rahmadi yaitu mengunjungi tempat-tempat "ladang amal" seperti panti asuhan, rumah fakir miskin, dan tempat lainnya yang penuh rahmat Allah, entah apa maksud dari tingkah laku Rahmadi tersebut, sempat terbersit kecemasan dari hati istrinya, dia takut kehilangan imam di rumah bahagia mereka, sosok seorang ayah yang luar biasa, santun, sederhana, bersahaja, tapi pemikiran itu segera ditepis oleh istrinya, karena dirinya kini merasa bangga menikahi seseorang seperti Rahmadi, dalam usia senjanya Rahmadi semakin dekat dengan sang pencipta.

Tak terasa lidi yang diletakkan di atas meja di depan pintu kamar tidur Rahmadi kini tinggal tersisa tiga batang karena memang setelah lidi tersebut dibawa berangakat pergi lidi tersebut ditinggalkan disetiap pintu atau jalan masuk tempat yang didatanginya, "Hmm tinggal tiga batang, waktu berlalu cukup cepat" dia menggumam, hari itu Rahmadi membawa lidi tersebut dan meletakkannya di depan jalan masuk komplek pemakaman tempat orang tuanya dikuburkan, setelah berziarah dan memanjatkan doa di atas kuburan kedua orang tua serta beberapa keluarga yang telah meninggal dia menyempatkan diri pula untuk menanyakan letak tanah kuburan yang telah dipersiapkan untuk dirinya dan keluarganya kepada penjaga makam sembari menyelipkan beberapa lembar uang di kantong penjaga kubur sebagai tanda terima kasih telah merawat dan membersihkan kuburan sanak keluarganya. Keesokan harinya, Rahmadi melakukan sebuah kegiatan janggal, selesai sholat di masjid dia bergegas pergi ke pasar terdekat dengan membawa lidi lagi, entah apa yang dibelinya disana, namun ketika pulang kerumah dia berpesan pada istrinya, "Istriku, barang ini akan kuperlukan nanti pada saat lidi terakhir itu habis, tolong nanti kau ambil di lemari pakaian kita, tapi sebelumnya jangan pernah dibuka dulu" selesai berkata seperti itu Rahmadi mengajak seluruh isi rumah untuk membereskan rumahnya dan berkata, "kita akan mengadakan acara, Ayah minta maaf sebelumnya kepada kalian semua, semoga saja acara ini nantinya berjalan baik", tak ada satu pertanyaan pun yang dijawab Rahmadi, suasana terlihat kaku, malamnya mereka sekeluarga terlibat pembicaraan serius. Siapa yang menyangka lidi terakhir ternyata diletakkan Rahmadi di depan pintu masjid, selepas sholat ashar kali ini Rahmadi tidak lagi melakukan perjalanan membawa lidi-lidinya, hari ini Rahmadi memilih berbincang-bincang di masjid kepada seluruh jama'ah dan para alim ulama disana, Rahmadi tampak lebih bersahaja hari itu, tutur kata lembutnya, sikap santunnya terasa menyejukkan suasana, mereka terlibat sedikit dialog, Rahmadi membuat suasana masjid sore itu seperti selepas sholat ied.

Pagi jum'at, istrinya mendapati suaminya telah terkulai lemas diatas sajadahnya, Rahmadi wafat diatas sajadah di dalam tahajudnya, istrinya menangis dan menyadari bahwa ternyata maksud dari 12 lidi tersebut adalah hari menjelang kematian suaminya, keluarga Rahmadi sadar acara yang akan mereka selenggarakan yaitu acara penyelenggaraan jenazah Ayah tercinta mereka, Rahmadi ayah dua anak itu tampak tersenyum dalam kematiannya, wajahnya sungguh polos dan damai, istrinya segera bergegas membuka bunguksan yang pernah dititipkan tempo hari padanya, didalamnya terdapat lembaran kain kafan dan beberapa nota pembelian alat-alat kematian termasuk sebuah nisan yang telah bertuliskan nama dan tanggal kematiannya. Tak banyak orang seberuntung Rahmadi yang bisa mengetahui kematiannya, Rahmadi beruntung karena keimanannya.


Pengangguran Menulis Mimpi

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - 12 Batang Lidi Rahmadi

gravatar

Egois Adalah Benar . . . ? ? ?




Berifkir bijak, selama masih kita menjunjung tinggi egoisme selama itu pula kita akan menutup mata dari segala hal yang sebenarnya berguna, merasa benar adalah faktor paling utama yang membuat manusia mementahkan segala argumen lain bahkan kadangkala bagi yang sudah teracuni oleh egoisme akan menganggap dan menilai orang yang menyanggah maupun berselisih dengannya akan selalu melakukan hal buruk.

Tentunya hal tersebut adalah sebuah kerugian besar, karena tidak selalu apa yang kelihatannya buruk itu akan selalu buruk, mata hati yang tertutup akan mempengaruhi cara pandang dan metode brfikir yang berujung pada suatu kebencian yang membabi-buta, selalu berfikir negatif, dan tak bisa menerima dengan akal sehat apa yang datang, nasehat atau teguran dan saran, mungkin dengan berfikir positif tentunya kita akan menemukan sejuta manfaat dari hal tersebut.

Sekarang adalah tinggal apakah pilihan kita, apakah kita ingin menjadi seseorang yang bisa menghargai orang lain, memiliki kedewasaan dan sikap positif, atau kita hanya akan jadi seorang manusia yang selalu sibuk untuk mempersalahkan orang lain, menutup mata dari kebenaran hakiki, menjauhkan diri dari perkembangan kepribadian yang bermanfaat.

Ditinjau dari aspek agama pun sebenarnya tidak ada pembenaran untuk menilai seseorang buruk terlalu awal, hal tersebut juga merupakan barometer keimanan seseorang dan kedewasaan seorang muslim yang memelihara persaudaraan, sesungguhnya Tuhan yang akan memelihara seseorang dari niat jahat orang lain, sealam kita beriman kepadaNya dan berserah diri, maka sesungguhnya bila kita berfikir logis, apa yang kita kenal baik dan dianggap baik disekitar kita belum tentu akan baik dibelakang kita, sebaliknya orang yang dianggap jahat karena sebuah perbedaan yang terjadi diantara keduanya malah akan membukakan pikiran kita dan membuat kita bisa mempertimbangkan suatu hal berangkat dari sebuah perbedaan.

Apapun yang selama ini telah dijalani dengan salah tak ada kata berlambat untuk memperbaikinya, namun lakukanlah segera perubahan itu, karena sesungguhnya keberadaan manusia di dunia ini tidak seamata-mata mengejar harta, pangkat, ketenaran, tapi ada yang lebih penting lagi, yaitu amal saleh yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan kebahagiaan di akherat.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." (QS. Al-Fajr, 89:23-24)


Terima Kasih untuk :
Sahabat ku :
Huda "Ronie", Blitar ( Temanku berbagi visi )

Bismar Baihaqi, Bjm ( Temanku yang setia )

Adik :

Annisa Shinta, Bjm ( Tempat belajar arti sebuah ketenaran )

Princess Suzann, Bjm-Bjb( Tempatku belajar memahami )


Maaf untuk kalian semua, selama ini aku belum bisa menjadi teman yang baik . . .



[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Egois Adalah Benar . . . ? ? ?

gravatar

Pertempuran Petang

Kilatan pedang dan suara denting baja beradu memecah keheningan belantara metro, dua "srikandi" itu belum juga selesai menuntaskan pertempuran disisi sang pemimpi yang takluk dan luruh bersama hijaunya daun petang itu. terburai sudah idealisme dan mimpi semu itu tertoreh tajamnya pedang srikandi berambut indah.

Disisi lain sang srikandi bermata laksana sunset diantara samudra itu menumpahkan asa yang meluncur bagai busur berkecepatan cahaya coba menghujamkan sedalam mungkin senjata pusaka nya....

Mereka saling menyerang mempertahankan gelora yang menderu, membelah atmosfir, membuat mata yang hadir disana terbelak tak pecaya, mimpikah itu?

7 menit setelah pedang tehunus itu menebas keras kulit mulus, keadilan pun luluh lantak tak bersisa, meski di sudut lain tampak membara api murka namun apalah daya srikandi jatuh terhuyung, namun tak jelas srikandi mana yang terhuyung...

Mereka berganti peran, dan mereka tak sadar siapa mereka, diantara merah putih dan diantara silau cahaya itu, srikandi lupa akan kebijaksanaan sikapnya sia-sia dan menghancurkan dirinya, ...

Sekelebat dan sepersekian detik entah itu siapa datang dan membentangkan laskar suci sang fajar. Terhempas kedua tubuh mulus itu ke arah berlawanan, hancur lebur sepanjang mata memandang keadaan sekitar. Ketika pahlawan kebijaksanaan itu datang bergemuruhlah alam dan mereka tersenyum bersama dalam damai yang tak bisa dimengerti oleh awam.

"Perang Petang Srikandi"

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Pertempuran Petang

gravatar

Merasakan Hidup

Banyak yang merasa hidup ini indah, tapi lupa bersyukur, banyak yang merasa sombong, tapi sebenarnya mereka takabur, banyak hal seperti itu terjadi, setiap hari berulang dan terus terulang, aku pun seperti itu.


Adakalanya rejeki yang datang lupa untuk disyukuri, mungkin karena hidupnya yang terlalu mudah, padahal diluar sana banyak yang dengan susah payah bekerja dan berusaha untuk mendapatkan sedikit uang sekedar untuk menyambung hidup.

Di suatu waktu aku pernah mencoba sedikit merasakan apa yang sebenarnya dirasakan oleh mereka, betapa beratnya perjuangan untuk mendapatkan rupiah, dari sekedar menjadi pemungut bola tenis, penambal ban, dan beberapa pekerjaan lain yang selama ini dianggap orang itu tidak berarti, dan pendapat tersebut sangatlah SALAH.

Semoga mereka yang selama ini merasa diatas dan lupa mensyukuri ( termasuk diriku ) menjadi ingat dan sadar terhadap kesalahan yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja.

Berikut foto-foto yang diambil saat sehari bersama mereka yang memiliki jasa untuk kita yang tak pernah kita sadari, ( khusus untuk mereka para terampil yang mengerjakan tempat berteduh kita ).





[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Merasakan Hidup

gravatar

Pick Up Yang Meledak ( Kematian Tragis Sang Gadis Manis )




Masih teringat jelas, mobil Pick Up Daihatsu yang melintas di depan mataku tadi malam, seketika setelah bayangannya berlalu terdengar suara keras menggema membahana, gendang telingaku laksana pecah dibuatnya, suasana sekitar langsung terasa hening, tampak kobaran api dari separuh bagian mobil tersebut, sedang bagian bak belakang masih tampak utuh, termasuk barang bawaannya, aku takjub, tak pernah ku melihat kejadian seperti ini di depan mataku, sedang di otakku masih berfikir menganalisa, apa yang menyebabkan ledakan sedemikian hebat, jujur sebagai seorang lulusan Diploma Mesin aku tak dapat menerka sebabnya, sebelum menelitinya terlebih dahulu, seorang teman bergegas mendekati mobil tersebut mencoba mencari korban, namun seperti yang kami lihat sesaat setelah ledakan tersebut, bagian kabin depan tererlempar beberapa ratus meter ke angkasa seperti sebuah bola api besar kemudian jatuh entah dimana, aku bingung harus melakukan apa, aku tahu, gadis cantik yang tadi menyapaku sebelum mobil itu berlalu adalah seorang temanku, saati itu pula aku merasa tak bisa berdiri diatas kakiku, tak terdengar lagi hiruk pikuk disekitarku, warga sekitar dan para petugas penyelamat hanya bisa sibuk memadamkan sisa api yang menyala.

Aku tahu gadis cantik temanku itu pastilah tak memiliki lagi kesempatan untuk menikmati indahnya dunia, dia harus merelakan hidupnya direnggut oleh kecelakaan maut itu, aku tak sanggup untuk sekedar melirik jasadnya, tubuh putih mulus itu tak ada lagi, semuanya hitam legam, di sudut lain kulihat orang tuanya menangis lemah tak berdaya, tragis memang tapi inilah hidup, kapanpun dimanapun kita tak tahu kapan akan meninggal, terlihat beberapa teman lain sibuk saling bertanya tentang kejadian tersebut. Pikiranku melayang, masih membekas dalam pikiranku senyum manisnya, gadis yang sedikit lebih dulu lahir ke dunia dari pada aku itu kini terbujur kaku, tak ada lagi senyum manis diwajahnya yang cantik itu. Kurasakan mataku mulai basah, karena sebelumnya aku masih ingat sikapnya begitu manis ketika terlibat percakapan sebelum kami bertemu lagi malam itu.

Tersentak aku ketika seorang teman menyapa, bermaksud bertanya tentang kejadian tersebut, namun kali ini aku mendapati diriku berada di ruangan yang berbeda, kulihat acer belum dimatikan dan aku sadar ternyata kenyataan buruk yang baru saja terjadi hanya mimpi, mungkin karena sebelumnya kami terlibat percakapan via chat yang cukup panjang dengan teman gadisku itu, namun dalam benak ku menghantui apakah ini sebuah pertanda buruk, kulihat jam di 6120 ku menunjukan tengah malam, kuurungkan niat untuk menelponnya, karena tentu tidaklah lucu menelepon tengah malam hanya untuk mengkonfirmasi kabarnya sekarang.

SELASA, 02-06-2009
( Sebuah Kisah Nyata )


[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Pick Up Yang Meledak ( Kematian Tragis Sang Gadis Manis )

gravatar

Blog Aku ( Dhani_Yadi ) Difatwa Haram




Setelah ramai menjadi pemberitaan di berbagai media massa dan media cetak tentang fatwa haram terhadap situs jejaring sosial "Facebook" yang konon katanya difatwa haram, maka muncul beragam pendapat dan opini mengenai topik hangat tersebut, namun aku tidak ingin membahas hal tersebut dalam tulisan kali ini, melainkan mengenai blog pribadiku yang juga tidak menutup kemungkinan akan difatwa haram, tentunya apabila mengandung konten pornografi maupun fitnah serta beragam hal yang bisa merugikan pihak lain, akan tetapi ada yang lebih penting yang bisa membuat blog miliku ini mendapatkan predikat haram, tentunya bukan karena konten, tetapi karena pelanggaran terhadap hukum "Menyelesaikan" yang berlaku di dalam area blog ku yang mewajibkan setiap pengunjung membaca dan memberikan komentar terhadap apa yang telah mereka baca, meskipun haram yang di maksudkan disini adalah haram yang berlaku di kalangan blogger tentunya, yang bermanfaat untuk saling menambah teman dan kenalan untuk hal - hal yang bermanfaat dari sekedar berteman, berbisnis, bertukar ilmu pengetahuan bahkan hal yang lebih kepada perasaan, terlepas dari beberapa manfaat yang nantinya akan terlewatkan apabila anda tidak meninggalkan "jejak" anda di blog saya yang kumuh ini, saya beharap kita dapat menjalin tali silaturahmi, dan saling mengencangkan tali celana masing-masing (salah). Saya juga memberikan kesempatan untuk setiap pengunjung untuk meninggalkan link pada kolom link exchange yang telah saya sediakan, pada sidebar di sebelah kiri dan untuk semua yang telah berkunjung dan memberikan komentar saya ucapkan terima kasih banyak dan semoga tidak bosan untuk saling berseru "Blogger Untuk Persaudaraan".

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Blog Aku ( Dhani_Yadi ) Difatwa Haram

gravatar

Tulislah Apa Yang Kau Pikirkan


Seorang teman berbicara, "Tulislah Apa Yang Kau Pikirkan", sepertinya ungkapan tersebut bukanlah hal yang asing di telingaku, tapi kata - kata tersebut adalah sebuah hal yang masuk ke dalam logika ku, karena selama ini kita selalu direpotkan dengan kesibukan "Memikirkan Apa Yang Ingin Kita Tulis", ungkapan sederhana tersebut merupakan sebuah tips jitu untuk memulai menuliskan sesuatu untuk menciptakan sebuah karya, hal lain yang tidak kalah penting adalah "Tempatkan Diri Anda Sebagai Pembaca", biarkan naluri anda menuntun anda dalam menciptakan karya, jangan terpaku dulu dengan beberapa hal formal yang nantinya akan membatasi ruang gerak anda dalam berkarya, lambat laun andapun akan memahami hal-hal tersebut, karena pada dasarnya perlu adanya "trial and error" dalam sebuah proses pembelajaran sekaligus penciptaan, terlepas dari itu semua, jangan pernah malas dan ragu untuk belajar, bacalah lebih banyak dari yang pernah anda baca sebelumnya, maka anda nantinya akan mendapatkan jiwa dari kaya anda, selain itu gaya anda dalam memaparkan juga akan terbentuk secara alami seiring berjalannya waktu, dan jangan pernah bosan untuk bertanya dan belajar kepada orang-orang yang profesional.

( Cuma Sharing Nih, Soalnya Sepertinya Itu Penting )

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Tulislah Apa Yang Kau Pikirkan

gravatar

Malam Yang Hilang




Aku kehilangan malam ku
Sesaat setelah tertawa riang

aku memaknai mimpiku dengan malamku
kemana angin lari bertiup membawa malamku

aku mencoba menelusuri sungai harapan
membelah hutan di mana ada lelap tidur, tak jua ku bersua

aku dan malam ku
setelah tersadar dari gelak tawa menggema
di sudut ruang tidur terserak bagai jasad yang hancur

di mana malamku, aku tak tahu lagi dimana, sedang aku tak bisa bermimpi
karena aku tak terlelap dan aku lupakan tidur, apa itu . . .

seketika aku lembali tersentak dengan sekelebat cahaya
aku benar-benar kehilangan malamku, kini pagi lagi . . .

sejuknya sudah menerpa nurani ku, aku masih penasaran di mana malam-malamku . . .
akankah malam menyongsong untukku, seperti hangatnya pelukan sang kekasih di dalam rindu yang tersirat namun tak pasti

Malam


By : Dhani_Yadi "Pengangguran Menulis Mimpi"

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Malam Yang Hilang

gravatar

Kenapa Saya Harus Jadi Presiden


Jujur sebenarnya saya tidak berkeinginan untuk terjun dan bersaing dalam belantara politik di Indonesia, meskipun beberapa kali saya merasa "pernah" kecewa terhadap pemerintah, namun tidak semua kesalahan ditimpakan kepada seorang Presiden, saya hanya orang biasa, masih belum pantas untuk menjadi seorang Presiden. Tapi menurut saya hal tersebut tidak bisa saya hindari, saya harus bisa menjadi seorang Presiden, mempunyai kekuasaan dan wibaya, mempunyai wewenang untuk mengatur dan bertanggung jawab terhadap segalanya sesuai koridor hak dan kewajiban saya. Akhirnya saya memutuskan dengan penuh keyakinan bahwa saya akan maju, dan saya memang harus menjadi Presiden, menjadi Presiden untuk diri saya, menjadi Presiden untuk segala hal yang perlu saya atur demi kemajuan diri saya, menjadi Presiden untuk segala bidang bisnis yang saya geluti, Karena kepemimpinan untuk diri sendiri dan emosi itu penting, Terima Kasih, Sekian, Wassalam ( Jadi Kaya Pidato )

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kenapa Saya Harus Jadi Presiden

gravatar

Dari Lensa & Pengangguran Menulis Mimpi


Celah Jendela Sang Perahu Motor




Perahu Motor Berpayung




Tunggu Kami Kembali Lagi




Bocah Menyongsong Daratan






Mereka Yang Siap Berpacu Melawan Gelombang





SHARE

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Dari Lensa & Pengangguran Menulis Mimpi

gravatar

Rani Juliani, Kasus Antasari Azhar dan Blog

Rani Juliani, perempuan penyuka film James Bond dan lagu-lagu bertema cinta yang dilahirkan beberapa bulan lebih awal dari saya ini mungkin tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi dengan hidupnya, namun saya tidak akan membahas masalah tersebut disini, melainkan lebih kepada blog dan popularitas pemiliknya.

Perempuan yang pernah berkuliah di STMIK RAHARJA atau lebih sering disapa akrab dengan Green kampus ini menjatuhkan pilihan untuk membuat blog beberapa tahun yang lalu memanfaatkan fasilitas dari blogspot, mungkin dari awalnya dirinya tiada pernah menyangka bahwa suatu saat yang akan datang akan memiliki blog dengan ribuan pengunjung, berikut ini adalah screen shoot halaman profil Rani di Blogspot.



Di blogspot rani memiliki dua buah blog antara lain yaitu, Rani Juliani Site Raharja dan RANI ZonE's namun dengan keadaan yang jarang di up-date hal ini bisa dilihat dari minimnya posting serta pemeliharaan dan desain template yang masih standar saja. Memang Rani tidak pernah memimpikan mempunyai blog yang dipenuhi dengan ribuan pengunjung, meskipun pada salah satu blognya Rani berharap kepada setiap pengunjung yang datang untuk meninggalkan komentar

tampaknya blog ini lah yang menjadi pilihan Rani untuk mencurahkan isi hatinya, terlihat konsep blog yang dimilikinya lebih kepada sebuah catatan-catatan pribadi. meskipun begitu blog diatas lebih beruntung daripada blog Rani lainnya yang jelas sekali masih perawan tanpa ada satu postingan disitu, seperti yang terlihat di bawah ini

Namun semuanya bukanlah sebuah tolak ukur untuk menilai kepopuleran sebuah blog, karena blog tersebut dapat menjadi populer karena kepopuleran pemiliknya, beberapa tahun lalu saat membuat blog tersebut mungkin Rani tidak pernah memimpikan ribuan pengunjung datang mengunjunginya, tapi sekarang semenjak menjadi selebriti dadakan terkait kasus pembunuhan yang juga menyeret Ketua KPK Non Aktif ke dalam dinginnya tembok penjara, blog Rani seketika menjadi populer, beragam komentar datang di blog tersebut dari yang sekedar iseng berkunjung, ingi mengenal lebih jau siapa Rani, mendukung Rani, mencemooh, serta memasang ilan dadakan. Ternyata teori tentang kepopuleran sebuah blog karena konten maupun manfaat sebuah blog yang selama ini kita serap telah dipatahkan oleh realita blog Rani, dalam waktu singkat blog Rani telah menyedot ribuan pengunjung seperti terlihat pada gambar di bawah ini

Rani - Rani sekarang kamu bukan hanya jadi rebutan di dunia nyata tapi blogmu pun menjadi rebutan untuk dikunjungi, selamat . !!!

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Rani Juliani, Kasus Antasari Azhar dan Blog

gravatar

Sebuah Pekerjaan & Titel Pengangguran

Satu tahun sudah diriku melewati hari dengan menyandang gelar Amd ( Ahli Madya ) jurusan Teknik Mesin Otomotif lulusan POLIBAN, tercatat sudah 3 kali pula aku berganti pekerjaan, namun sekarang aku memutuskan untuk kembali kuliah dengan mengambil jurusan ekonomi Akuntansi ( Ekstensi Ekonomi Unlam Banjarmasin ) dengan konsekuensi menjalaninya dari awal tapi dengan umur yang sudah tua, 22 tahun. Dari beberapa perusahaan yang pernah kujadikan sumber penghasilanku untuk sekedar menyambung hidup ( Sebelum 369shop berdiri, waktu itu aku masih mengelola Sm@rt COMPT dan LEMPO CO. ) beragam pengalaman kudapatkan, sehingga diriku mengetahui bahwa idealisme adalah sebuah tolak ukur kualitas prinsip seorang lelaki, dimana pada saat idealisme tentang kebenaran, kedispilinan dan kejujuran yang merujuk pada norma dan etika merupakan hal penting dan memiliki korelasi terhadap keimanan dan halal tidaknya rezeki yang kuperoleh.

Berangkat dari kegundahan hati dan beragam alasan tersebut aku mencoba untuk menerobos dunia kerja dan memilih hengkang serta memulai sebuah lembaran baru dengan membuka usaha kecil pribadi dimana aku bisa menjadi seorang manajer untuk diriku pribadi, meski aku harus mendapatkan titel PENGANGGURAN, aku sendiri tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, akupun tidak ingin merasa pusing dengan ketakutan akan omongan para teman, para perempuan yang aku sukai bahkan para ibu dari semua mantan pacar yang menuntut seseorang yang mapan yang dinilai dari sebuah NIP atau PEGAWAI (PNS/SWASTA), atau sekedar pertanyaan mau diberi makan apa anak istri.

Aku merasa pengangguran dan aku senang akan hal itu, sehingga semua target serta rahasia masa depan yang sedang kurancang hanya aku dan Allah yang mengetahuinya, aku merasa bersyukur (“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji QS. Luqman 31:12) berkat titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI yang kusandang aku memiliki semangat baru, semangat untuk kembali bekerja, meski kutahu 369shop ku kini sedang memerlukan perhatian, tapi kucoba untuk membagi waktuku dengan tujuan baruku, karena keberhasilan seorang wirausahawan mungkin hanya dinilai dengan kemewahan dan materi yang dimilikinya, akupun hingga saat ini tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, 369shop ku yang pada awalnya hanya bergerak di bidang FASHION kini sudah mulai mencoba untuk menggeliat di bidang KULINER ( BATAGOR 369 ), semoga saja untuk selanjutnya akupun bisa mewujudkan cita-cita untuk menambah beberapa armada angkutan untuk kemudian membuka usaha pengiriman barang lewat darat melayani rute Kal-Sel dan Kal-Teng, karena selama ini karena keterbatasan armada yang ada hanya bisa disewakan pada para pemilik usaha pengiriman barang yang telah ada.

Pengangguran Menulis Mimpi, rangkaian kesibukan dan kegundahan yang menyelimutiku kini mulai mengusik otak ku dan menggerakkan hati untuk kembali mendapatkan titel Pegawai ( swasta / negeri menurutku tak ada bedanya ), sekarang kudapatkan lagi semangat ku untuk bekerja dengan perusahaan orang, meski dengan berat hati kucoba sedikit meninggalkan 369 shop ku yang telah menjadi hobby ku selama ini.

Mungkin pengakuan seseorang memiliki pekerjaan sekarang dianggap sangat berharga, pertanyaan nya adalah kalau kita semua berharap bisa bekerja ditempat orang atau diperusahaan maupun instansi pemerintah, siapa yang akan membuat lapangan pekerjaan ( "Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta'ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat." HR. Bukhari ).

Apalah artinya itu, aku lebih menyukai menyandang titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI, berapapun besarnya income yang kudapatkan dan sehebat apapun 369shop nantinya.

Apapun aku, dan bagaimana pun nantinya tiada terlepas aku dari kehendakNya, aku bersyukur atas rejeki yang kuperoleh, aku bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan, aku menerima atas segala cobaan, serta cacat fisik yang telah disematkan Nya pada ku, meski mimpi ku tiada batas namun aku bergantung pada kuasa Nya

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya". QS. Ath-Thalaq : 4

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Sebuah Pekerjaan & Titel Pengangguran

gravatar

Sepenggal Galah Bambu

Dan ketika senja itu ditepis malam.. bisikan angin menyapa
dalam hampa diantara sepinya jagad raya, berselimut gelap

mencekam, menambah nelangsa, membumbui derita
aku tersadar dari realita tak berujung

disebelahku pertentangan paradigma dan ideologi
dibelakangku saling melempar, dan menyeru "Kambing Hitam"

Kucoba melompati mimpi-mimpi idealisme... aku tak mau lari, mungkin hanya melompat
Tapi apa ini ? ? ? apa ini ditanganku ? ? ?

aku "Pengangguran Menulis Mimpi"
dengan menggenggam sepenggal galah bambu, . . . kutopang diri bepijak dengan kedua kaki diatas bumi...

aku tak mau menjadi palsu, dan "Maaf", aku bukan boneka "Bapak"
dan ketika semua kembali lagi, seperti harmoni siklus yang samar, Pagi datang lagi . . .

( Sepenggal Galah Bambu )

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Sepenggal Galah Bambu

gravatar

Penawaran Promosi Untuk Blogger

Setelah sekian lama 369shop berkiprah di dunia online dengan bermodalkan blog gratisan, mungkin sekaranglah saatnya kami memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih dengan menawarkan sedikit keringanan untuk teman - teman blogger dengan memberikan potongan harga khusus terhadap beberapa item barang, adapun barang yang kami berikan potongan harga tersebut adalah :










Konfirmasi harga Hub : Dhani ( 0511 6154422 - 0852 48727404 - 0819 53400454 )


ADA YANG LEBIH MENARIK LAGI, KHUSUS UNTUK PENGGUNA


( Blogspot )

Mendapat Dobel Potongan Harga


369shop mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman - teman blogger di Banjarmasin dan sekitarnya, serta seluruh Indonesia atas dukungannya selama ini, dan dalam kesempatan ini pula kami memohon do'a dari seluruh teman - teman untuk rencana ekspansi unit usaha 369shop yang direncanakan akan melebar ke sektor Jasa Pengiriman Barang melalui darat, melayani rute KALSEL - KALTENG, Terima Kasih







[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Penawaran Promosi Untuk Blogger

gravatar

Dokter Yusuf & Gadis Berkerudung Biru ( Peduli Kanker )

Manis senyumnya masih terpatri di benak Yusuf. Dialah dara berkerudung dari kampung sebelah yang senantiasa menghantui Yusuf, Aisyah namanya, tutur katanya yang santun, sikapnya yang anggun, sungguh pesona itu melumatkan hati kaum Adam yang berjumpa dengannya.

Waktu menunjukan pukul 23.30, terdengar jelas detak jarum jam yang menempel di dinding kamar kost Yusuf, terlihat beberapa cicak berkejar-kejaran di langit-langit kamarnya, sesaat Yusuf mulai meneteskan air mata.

Lima tahun yang lalu, tepatnya saat Yusuf dan Aisyah bersekolah di kampungnya, di sebuah Madrasah Aliyah Negeri yang terletak di pinggiran kampung, masa remaja mereka yang terbalut nuansa syahdu itu adalah masa terindah bagi Yusuf.

Hari demi hari mereka lalui dengan beragam kegiatan positif, mengikuti pengajian rutin di Musholla dan mengajar anak-anak mengaji, meskipun tak pernah terucap, namun di hati mereka tersimpan rasa cinta yang begitu dalam, entah seberapa dalamnya, bahkan mungkin untuk menyelaminya perlu waktu satu tahun cinta.

Kamis pagi setelah mata pelajaran olah raga, tanpa sebab yang pasti Aisyah jatuh pingsan, setengah sekolah gempar dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi padanya, maklumlah kejadian serupa sangat jarang terjadi di sekolah itu, selain itu rasa kekeluargaan yang begitu kental juga merupakan faktor yang cukup dominan mempengaruhi, mungkin rasa seperti itu sudah sangat jarang kita temui di kota.

Di kelas tampak Yusuf sangat gelisah memikirkan sesuatu yang terjadi pada Aisyah, ritme jantungnya semakin lama semakin kencang, suara detak itu mungkin sekencang beduk yang berdentum dalam lomba takbiran malam lebaran.

Ribuan tarikan nafas panjang telah dilakukan Yusuf untuk menenangkan diri, namun itu tak memberikan ketenangan sedikitpun, bahkan kini seluruh ruang di otak Yusuf telah dipenuhi sejuta gambaran kemungkinan yang terjadi pada Aisyah.

Teng teng teng begitu bel akhir sekolah berbunyi, Yusuf secepat kilat memacu sepeda tua warisan kakeknya menyusuri jalan setapak menuju rumahnya, begitu sampai di rumah, dengan serta merta dia berganti pakaian, kemudian di kayuhnya lagi pedal sepeda itu sekuat tenaga laksana seorang pembalap dunia yang membela reputasi negaranya di lintasan sirkuit waktu tak berujung.

Disandarkannya sepeda tua itu pada sebatang pohon jambu di pekarangan rumah Aisyah. Masih terlintas kenangan masa kanak-kanak Yusuf dulu ketika dia terjatuh dari pohon itu karena digigit semut demi untuk mengambilkan buah jambu untuk Aisyah.

"Assalamualaikum" ucap Yusuf tatkala dirinya tiba di pintu rumah Aisyah yang reot,
"Wa'alaikum salam", sahutan parau dari ayah Aisyah menimpali.

Begitu masuk dan dipersilakan duduk, tanpa basa basi Yusuf menanyakan apa sebenarnya yang menimpa Aisyah, tapi Yusuf tak mendapat jawaban yang memuaskan, yang mereka tahu hanyalah beberapa hari terakhir Aisyah mengeluh sakit pada bagian kepalanya, ada benjolan di bagian belakang kepalanya, ibunya menuturkan. Tampak di salah satu sudut ruangan Aisyah terbaring tak berdaya, lemah seakan kehilangan sepertiga nyawanya, rintihannya lirih mengiris kalbu, terasa begitu sakitnya derita yang dialami Aisyah, sungguh memilukan dan tragis, hati Yusuf seakan hancur menyaksikan sang dara terkasih tersiksa, maklumlah keluarga Aisyah tergolong miskin di kampung tersebut ditambah lagi jauhnya jarak ke kota terdekat yang memakan waktu sepuluh jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Seminggu setelah hari tersebut akhirnya diketahui apa sebenarnya telah menimpa Aisyah. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang dokter dari kota, anak salah satu penduduk kampung yang kebetulan sedang mengunjungi orang tuanya, Kanker.
Tak terbendung lagi kesedihan bagi Yusuf, rasanya kenyataan itu terlalu berat untuk diterimanya, belum lagi berjuta mimpi Aisyah yang pernah disampaikan pada Yusuf harus pupus, hilang seperti asap yang terbawa angin sore.

Tubuh putih mulus itu kini kurus kering, matanya semakin sayu, suara indahnya kini hanya terdengar sayup-sayup, tak sanggup rasanya Yusuf menyaksikan keadaan perempuan terkasihnya itu, tak ada yang bisa dilakukan keluarga dan para tetangga, hanya doa dan obat-obatan tradisional yang bisa mereka berikan. Bahkan kunjungan dari petugas kesehatan kampung pun hanya bisa pasrah meski sudah segenap kemampuan mereka kerahkan untuk Aisyah. Yusuf kini semakin kurus, raganya kini seperti ikut merasakan derita yang dialami sang gadis berkerudung biru itu.

Di tengah terik matahari siang itu pak Amin dan Ridwan tengah sibuk menggali, mereka mempersiapkan lubang 2 x 1 meter untuk tempat beristirahatnya Aisyah, minggu malam tadi Aisyah dijemput Yang Maha Kuasa, kanker itu telah menyelimuti hari-hari terakhir hidup Aisyah, hal ini pula yang membekas dalam jalan hidup Yusuf. Tangisnya hari itu seperti sebuah pelampiasan kekesalan berkepanjangan pada keterbatasan dan kemiskinan yang mencekik sebagian orang di dunia, Yusuf bertekad untuk bisa menjadi dokter demi bisa membantu sesama dan membayar pengorbanan Aisyah, cintanya yang kini terbalut kafan putih seputih awan siang itu.

+II+

Pukul 03.45 pagi, Yusuf menangis, kini dirinya sedang mencoba meraih mimpi untuk menjadi seorang dokter. Kanker yang merebut Aisyah darinya telah memacu motivasi besar baginya. untuk menjadi seorang dokter. Dia ingin mengabdikan diri melawan penyakit itu, menolong kaum miskin, menghancurkan sekat keterbatasan dan kemiskinan. Dan kini dia telah sukses menjalani studinya, dialah dokter muda baik hati yang ramah, Dia dokter Yusuf.

Oleh : Dhani_Yadi ( Pengangguran Menulis Mimpi )

Kupersembahkan tulisan ini . . .

Untuk mereka yang telah meninggal direnggut kanker

Untuk mereka para Dokter yang bersedia membantu kaum tak mampu

Untuk kekasihku tercinta yang senantiasa memberi semangat dan cinta untuk-ku ( 90 )

Untuk seluruh keluargaku, khususnya kedua orang tuaku tersayang


[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Dokter Yusuf & Gadis Berkerudung Biru ( Peduli Kanker )

gravatar

Mengintip Sunset Di Balik Lensa Kamera Si Pengangguran Menulis Mimpi

LOKASI : JEMBATAN BENUA ANYAR













LOKASI : JEMBATAN BARITO









[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Mengintip Sunset Di Balik Lensa Kamera Si Pengangguran Menulis Mimpi

gravatar

Kenapa Terjadi

Fiuh... Malam ini rasanya terlalu berat.., kucoba meredakan sedikit beban pikiran dari masalah hidup..Kuliah dan lainnya.. Apalagi setelah tadi komunikasi via telepon dengannya terasa kurang pas.., mungkin pengaruh cuaca yang agak panas dan kesibukan yang menyita waktunya, seperti yang disampaikannya tadi.
24.10 WITA. Kuambil es cream dan secangkir sirup leci, untuk kudapan kupilih selembar roti tawar dengan balutan selai coklat. Habis sudah semuanya disantap namun pikiran ini masih terasa kacau, bayangannya masih menari di alam pikirku, hampir setiap detik terngiang suara manjanya di telinga.. Ya, hal inilah yang kutakutkan, tanpa ada awal.. Tak disadari datang dan akhirnya terlanjur terjebak rasa, aku takut, takut untuk harus jatuh dalam sungai cinta, rasanya perahuku tak pantas untuk berlabuh di pelabuhan hatinya. Aku tahu aku tak pantas dan aku tak ingin ini membebaniku karena rasanya tak mungkin untuk aku memilikinya.. Ya, siapalah diriku, seorang fakir yang cacat bahkan mungkin hina.. Ya, itulah aku si Pengangguran Menulis Mimpi.. Tak pantas untuknya.. Meski terlanjur aku jatuh cinta.. Ah bayanganmu masih menghantuiku.. Kau unik dan.. Ah sudahlah.. Semoga kau sedang bermimpi indah sekarang
24.37 WITA

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kenapa Terjadi

gravatar

Kembali ( 3 )

April 2009, Ketika dia menyibak tirai kelam sejarah hidupnya, dia mendapat jawaban, kealfaan dirinya terhadap Sang Pencipta selama ini telah menjadi bumerang baginya, dia sadar, tak ada sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa sebuah sebab.

Pagi itu, diantara batang pohon mangga yang gersang dia menyandarkan pundaknya, dia teringat, berapa tahun silam pohon mangga ini adalah pohon yang subur dan senantiasa memberikan buah terbaiknya, namun kini, yang diberikannya hanyalah daun kering yang senantiasa berjatuhan di atas tanah.

Tersadar akan sebuah realita, dia mencoba bangkit mencari makna hidupnya, mencoba membenahi kusutnya, namun kini ada satu hal yang begitu indah hadir menemaninya.

Dia tahu, bukan saatnya untuk serakah dan terlalu dini untuk memiliki, karena dia tahu, Tuhan akan memberikan kesempatan, dan akan dijawab oleh waktu

To be continue . . .

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kembali ( 3 )

gravatar

Di Antara Aruh Blogger, Keceriaan dan Harapan

Klo...ini adalah penampakan dari bawah kursi.. Tamu tak diundang


Entah apa yang tersirat di balik foto ini, silahkan anda komentari sendiri, . . .

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Di Antara Aruh Blogger, Keceriaan dan Harapan

gravatar

Keusilan PMM

Rasanya malam ini pengen ketawa sekeras-kerasnya.. Pertama > karena berhasil ganggu seorang temen cewek yang sudah ngebet pengen tidur, ampe 1 jam molor waktunya... Kedua > karena berhasil menjalankan skenario sandiwara yang nyaris sempurna.. Mungkin selain dari ratusan permohonan maaf dari lisan dan sms.. Posting ini juga mewakili permohonan maafku.. Meskipun dirinya juga gokil.. tetep dia manusia juga. Yang pastinya udah pucat pasi tuh mukanya karena super jokes dariku hahaha.. Maaf ya neng.. Lain kali.. Aku usil lagi ya.. Karena malam ini aku tak sempat liat muka mu waktu di usilin
Wassalam .. He he

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Keusilan PMM

gravatar

Meski Datang Namun Tak Pernah Diserukan

Berlari diantara lolongan malam mencekam, terpaut sedih antara takdir
Hujan namun tak mendung, meski datang namun tak pernah diserukan.

Melihat mimpi bergelayut di pundak takdir, melihat malaikat ditengah senja..

Berlari dan dijalani tiada beda, toh akhirnya pecah juga riak airnya
mengayuh dalam angin, menerpa hidup di jembatan mimpi...

Aku pengangguran menulis mimpi tercabik asa, tercabik takdir...

Melayang bersama waktu, hanyut dalam arus nelangsa, namun itu indah...

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Meski Datang Namun Tak Pernah Diserukan

gravatar

Ganti Thema

Apasih sebenarnya alasan anda ganti thema??? kalo boleh tau??? Jawab Ya....

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Ganti Thema

gravatar

Kembali (2)

Malam itu sepasang kaki melangkah gontai disinari sang dewi malam. Dia pulang namun sekali ini bukan dengan mimpi yang dulu dan bukan untuk Bunga.
Dia tahu cinta Bunga bukan untuknya lagi, bahkan tiada lagi dia peduli apakah Bunga masih dapat mekar lagi, baginya Bunga telah layu.
Berat memang ujian untuk sang Mimpi, dia bukanlah Mimpi yang dulu, dimana kemudahan dan kejayaan berteman dengannya.
Bunga tak memiliki jiwa dari Cinta namun hanya memiliki aromanya saja. Hingga ketika angin bertiup maka hilanglah wangi itu.
Mimpi kini laksana seorang pesakitan, setelah tersesat dalam lorong pengangguran, terjebak dalam perangkap kebangkrutan dan memperoleh hadiah cacat fisik mungkin inilah yang membuat Bunga pergi.
Mimpi tetap tersenyum dan selalu berusaha membuat semua teman tersenyum. Mimpi tahu dia masih memiliki para adik yang bijak dan teman yang santun. Dan Mimpi tahu mungkin saat dirinya terpuruk entah siapa yang mau meniupkan lagi seruling angin kasih, itu tak bisa terjawab dan sebuah rahasia.
( Kembali 3 )

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kembali (2)

gravatar

Terjaga...

Beberapa menit sebelum pukul 12.00 WITA malam ini aku terbangun, sedikit nyeri pada kedua lengan yang masih saja hinggap semenjak 2 hari lalu adalah penyebabnya. Seketika pula aku beranjak untuk mengambil 2 butir pil untuk sekedar mengurangi rasa nyeri ini. Setelah kembali berbaring aku teringat beberapa memori sebelum aku terlelap sekitar pukul 10.00 WITA tadi.
Tersadarlah aku bahwa ada dua hal yang mengganjal dan belum terselesaikan, sholat Isya yang belum dikerjakan dan aktivitas ber-sms dengan seorang teman yang terputus tanpa kejelasan sebab, tentunya hal tersebut masih menggangguku.
Untuk sholat Isya bisa diatasi dengan mengerjakannya sehingga terpenuhilah kewajiban tersebut, namun untuk hal yang kedua tidak bisa selesai atau kulupakan begitu saja.
Berawal dari kesalahanku dalam mengirimkan pesan singkat kepada teman yang lain dengan maksud untuk menanyakan perihal keberadaannya saat itu, namun karena kecerobohanku pesan tersebut terkirim kepada teman yang lain disebabkan nama mereka diawali dengan abjad yang sama, lalu mulai terlibatlah kami dengan beberapa dialog ringan via sms dari mulai sekedar menanyakan aktivitas yang sedang dilakukan saat itu serta beberapa canda hingga terucap satu kata dari bahasa "prokem" darinya setelah menanggapi sebuah pesan dariku. Mengetahui kata tersebut telah disematkan oleh beberapa teman lain sebagai titel untuknya, akupun mencoba menanyakan sebab awal kenapa sampai dirinya mendapat titel tersebut karena aku tidak sependapat dengan yang lain bahkan aku juga menilai dirinya cukup baik meskipun titel tambahan tersebut bukanlah sebuah hal yang negatif.
Celaka bagiku, pesan balasan tak kunjung tiba di handphone ku, aku merasa was-was menebak apakah dia sedang marah atau tersinggung karena sms ku tentang pertanyaan tadi. Kutunggu sekitar 15 menit dan tak kurang dari 4 pesan kucoba kirimkan lagi kepadanya dari pertanyaan apakah dia marah secara formal maupun dengan canda menggunakan bahasa "jawa" gado-gado sampai ke pesan yang dipenuhi dengan permohonan maaf yang berulang-ulang akhirnya kucoba menelepon tapi tak dijawab.
15 menit berlalu kucoba berbaring dikamar untuk sekedar menenangkan pikiran, kucoba menganalisa 3 kemungkinan 1. Dia marah 2. Dia kehabisan pulsa 3. Dia tertidur , tanpa kusadari akhirnya ku tertidur.
Sekarang disaat aku terjaga ini kucoba untuk mengunjungi weblog pribadi miliknya untuk sekedar mencoba menebus kesalahanku dan akhirnya kutuliskan juga kegundahaan ini, karena satu hal yang sangat penting bagiku, aku tak ingin dirinya marah. Mungkin orang lain menganggap hal ini sepele dan tak perlu dilebih-lebihkan tapi bagiku hal ini penting sama pentingnya dengan keberadaan temanku tersebut terlebih lagi pada siang hari sebelumnya seorang teman lain bercerita tentang penyesalannya karena mengatakan sesuatu hal yang membuat salah seorang teman perempuan menangis. Semoga tidak ada kemarahan dan kebencian terbersit di hatinya. 4.37 WITA 23-03-2009 ( Maafkan Aku Manis )

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Terjaga...

gravatar

Teruskan Perjuanganku

Waduh.............................

Pantes si Didoy semangat banget Pm aku di YM ternyata mau ngasih Misi....
Peraturan Misi ini cukup Nyleneh, tapi kalo kerjain maka kita bakalan dapat award kabarnya (kali)...

Peraturannya kayak gini (kata Didoy).....
1. Ambil photo terbaru mu atau photo sekarang juga
2. Jangan Ganti baju, jangan rapikan rambut, pokoknya ambil photo aja.
3. Post photo itu nggak pake di edit
4. Post instruksinya barengan ama photomu
5. Tag 10 orang buat ngelakuin ini.

Setelah itu... silahkan ambil image berikut....

Nih... mau ga mau foto juga, si Didoy yang bertanggung jawab nich..(seharusnya)




Nah berikut ini daftar orang-orang yang dipilih secara random, selanjutnya akan meneruskan perjuangan ku . . .

Amed
Rezaldo
Dillah
Syafwan
Yulian
Herry Santoso
Said
Takin
Isur
Gusti


[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Teruskan Perjuanganku

gravatar

Kembali (1)

19 maret 2008, kembali...
diantara kabut pagi itu, dia sang lelaki itu datang, dialah yang selalu menjadi bayangan dalam mimpi sang Bunga.

Entah berapa lama sudah dia tak kembali dari tidur panjang, bukan karena dia ingin menjadi seorang pemimpi.

Diantara cinta, dilema dan nelangsa dia bertarung menempuh hidup.
Mencoba mencari arti dari sepenggal kisah hidup sang Petualang.

( To be Continue . . .)

[Teruskan Baca Agar Tidak Difatwa Haram] - Kembali (1)

BANNER